Wednesday, October 30, 2013

Mau menyesal seumur hidup?

Kesuksesan cuma datang pada orang yang ACTION duluan, bukan yang ngomong duluan, bukan yang mikir duluan. Makanya, jangan iri apalagi marah sama orang yang "ngerebut ide" kamu, bukan salah mereka, mereka deserve mendapatkan apa yang sudah mereka perjuangkan. Salah kamu telat. Salah kamu nggak berusaha. Kalo nggak berani ngambil resiko, sampai kapanpun hidup kamu isinya cuma penyesalan. Mau hidup kayak begitu?

Ada orang yang marah dengan KFC yang sekarang berdiri tegak di Singaraja. Dia berjanji pada dirinya untuk tidak menginjakkan kaki di sana. Alasannya? Karena membangun KFC di Singaraja adalah mimpinya. Yang tidak masuk adalah menyalahkan orang yang membangun KFC itu. Orang itu sudah berusaha. Tentu saja dia berhak mendapatkan apa yang dia mau. Sementara orang ini menunggu. Mana bisa? Banyak orang yang berdoa, minta dikabulkan impiannya oleh Tuhan. Tapi hanya yang membantu dirinyalah yang dibantu oleh Tuhan. Tapi, bukan berarti Tuhan lebih sayang pada orang lain. Dia hanya memberikan jalan yang lain padamu. Karena dari sekian keinginanmu, hanya beberapa yang benar-benar kau butuhkan. :)


Nah, karena masih muda, kesempatan masih banyak, berusahalah sebanyak-banyaknya juga. Jangan takut mengambil resiko karena kita nggak tau hasil sesuatu kalo kita nggak mencobanya. :) Jangan sampe kita menyesal karena tidak melakukan yang kita ingin lakukan. Lebih baik menertawakan kebodohan kita karena sudah melakukan sesuatu dan gagal, daripada menyesal karena tidak melakukan sesuatu. Padahal, sebenarnya ada kemungkinan kita berhasil. Kita hanya tidak mencoba. :)

Monday, October 28, 2013

Cerita Tuhan

Dan cerita ini Tuhanlah yang menulisnya. Jadi, walaupun kamu ingin berhenti, kalau Tuhan tidak menghendaki, cerita ini akan terus mengalir. :)
*Rab Ne baana di jodi

Friday, October 25, 2013

Membaca tarot, saya belajar membaca manusia



Mungkin hanya Tuhan yang tahu mengapa saya tertarik belajar membaca tarot, sebagaimana saya tertarik dengan kamu. *maap, salah pokus :p Tetapi, yang saya tahu, membaca tarot itu seru. Cocok sekali dengan karakter saya, tarot itu mengungkap kebenaran. Tak peduli seberapa rapat kita menyembunyikan sesuatu, tarot akan dengan jujur menunjukkannya. Oleh karena itu, jika tidak mau ditelanjangi, jangan sekali-sekali minta "dibaca" dengan tarot. 

Pertama kali saya mengenal tarot adalah ketika jaman PPL. semester tujuh. tahun 2011. Saat itu seorang teman dari jurusan matematika membawa kartunya dan "meramal" di sekolah. I found it really fascinating, jadi saya berburu kartunya, hingga akhirnya menemukan kartu murah yang sama, plus bukunya di Toko buku Gramedia Gatsu. Sejak itu saya mulai meramal untuk teman-teman di kos, kemudian di kelas, bahkan kelas lain.

Karena kesibukan dan situasi hati yang tidak menentu, saya berhenti. Memang benar, kalau sedang galau, bacaan saya terhadap orang lain akan kacau dan tidak sesuai kenyataan. :) 

Ketika kegalauan menghilang, saya lagi-lagi mulai membaca untuk teman-teman di tempat kerja saya. Tentu saja, most of the time, bacaan saya benar. Dan lagi, karena saya bosan, saya berhenti.

Hingga pada akhirnya penampahan Galungan kemarin, adik sepupu saya ingin tahu tentang tumpukan kartu yang ada di kotak peralatan saya. Mereka pikir itu adalah kartu remi, tapi gambarnya berbeda. jadi saya menjelaskannya, dan mulai membaca. mereka masih SD dan SMP, karena itu hasil bacaannya tidak jelas. Wkwkwkwk, akhirnya dicoba dengan kakakny yang sudah dewasa, dan hasilnya lumayan. ngaco. :p walaupun dia nggak ngaku, saya yakin hasilnya benar. dia sedang galau. :p

Lalu datanglah "pelanggan-pelanggan" lain. Dari kartu mereka, saya paham sifat-sifat manusia. Saya menangkap sisi gelap yang tidak mereka ungkapkan ke publik. Sebagai pembaca yang baik, saya hanya mengungkapkan kenyataan ketika hanya ada kami berdua. Nggak mungkin kan di depan orang banyak saya mengumumkan bahwa orang itu berselingkuh? Dari sana saya juga melihat bahwa yang kita lihat sehari-hari belum tentu kenyataan.
Ada seseorang yang sudah berpacaran selama lebih dari 6 tahun. Wanita ini sudah akan dilamar oleh pacarnya dan akan menikah tahun depan. Yang saya tahu, mereka pasangan yang bahagia. Nada bicara wanita ini selalu berubah sumringah setiap menerima telpon dari pacarnya, atau membicarakan pacarnya di depan kami semua. Akan tetapi, setelah saya bacakan kartunya, ternyata dia tidak sebahagia yang kami kira. Dia sebenernya tidak mau menikah. Membayangkan menghabiskan hidup bersama laki-laki itu membuatnya gila. Sepertinya sudah muak bahkan untuk bertemu. Lalu saya bertanya, "trus kenapa koe bertahan sekian tahun sama dia, mbok?"
Jawabannya menyesakkan. "Karena dia terlalu baik untuk disakiti. karena bapak sama ibuku suka banget sama dia. bahkan saking sukanya, dia selalu dibanding-bandingkan dengan suami kakakku." Yang saya harapkan bukan itu. Seharusnya, bukankah cinta yang membuatnya bertahan? Lalu ia bertanya pada saya, "Kalo kamu jadi aku gimana her?Putusin dia?"
"Kalo aku, iya aku putusin. tapi bukan sekarang. Dulu ketika rasa itu sudah mulai hilang. Aku nggak mungkin tahan sama laki-laki yang nggak aku cinta, mbok. Ketika semuanya nggak lagi sama, nggak ada gunanya buat melanjutkan hubungan."
Dan memang dia salah set. Dia terus berharap laki-laki itu berselingkuh sehingga bukan dia yang salah. Yang mana pada akhirnya tidak terjadi karena laki-laki itu memang lelaki yang baik. Tetapi mungkin tidak untuknya. :p Jadi sekarang dia terperangkap oleh labirin yang dibuatnya sendiri. Saya jadi ingat dengan pemikiran saya sebulan yang lalu. Jika sudah tidak ada harapan untuk melanjutkan hubungan, lepaskanlah. Karena tetap bertahan hanya akan menghalangi kesempatan kalian untuk menemukan orang yang tepat. Dan yang terjadi sekarang adalah akibat dari memaksakan diri. Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memberikan solusi. Tidak juga tarot itu. karena dia masih dibebani oleh pendapat orang lain tentang apa yang terjadi jika hubungan mereka berakhir. The point is, yang nikah dia apa orang tuanya sih? :p Jawabannya, cuma hatimu yang tau, mbok. :)
Kemudian dia berkata pada temannya yang lain "kalo kaya gini mendingan aku jomblo kayak kamu." Oh, tentu saja itu salah. setiap orang punya masalah. Mau punya pacar atau tidak, ada luka-luka tertentu di masing-masing hati. Jadi, jangan pernah menganggap lebih enak jadi orang lain. Belum tentu kamu bisa bertahan sekuat dia. :)
Saya juga hobby menggambar sket wajah lo. Kanggoin nggak begitu mirip aslinya. Masih belajar. :)
Choi Siwon Super Junior

Kim Soo Hyun

Choi Siwon

Gueh

Maunya sih Boy William

Saya Lagi

Me and my best friend


These are pictures I created for my students to see because I trained them for a drawing competition. Actually, mine are not good enough to be examples. :) Some others were made just to release stress.




 

Random Talk Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates