1. Whatever you're thinking about, you'll attract more of it because universe responds to it.
2. Worrying and stressing are like praying for what you don't want.
3. Doing too much to get ahead is worse than not doing enough.
4. Never stop getting back up off the ground.
5. There is a purpose behind every problem.
Monday, February 22, 2016
Friday, February 19, 2016
Pedoman Mendaki Gunung
This one is also inspired by Paulo Coelho.
Pedoman Mendaki Gunung. Not literally ya. Bisa saja berarti pedoman untuk menghadapi tantangan hidup.
1. Pilihlah gunung yang hendak didaki sendiri. Choose it by yourself. Tentukan tujuan yang ingin kamu capai. Soalnya cuma kamu yang tau apa keinginanmu dan bagaimana kemampuan dirimu.
2. Pelajari cara mencapai gunung tersebut. Coba semua rute yang memungkinkan untuk mencapainya. Gunakan berbagai cara dan resources yang ada. Tapi yang baik ya...
3. Belajarlah dari orang yang sudah pernah sampai ke puncak. Kamu bukan satu-satunya pendaki. Belajarlah dari orang yang sukses. Juga orang yang gagal.
4. Pahami bahwa bahaya-bahaya yang mungkin ditemui, setelah dilihat dari dekat, bisa dikendalikan. Jangan takut duluan. Apapun yang terjadi pasti bisa kamu lewati.
5. Landskapnya berubah-ubah, jadi manfaatkan sebaik-baiknya. Kehidupan berubah. Keadaan berubah. Manusia berubah. pandai-pandailah memahami keadaan dan mencari peluang.
6. Hormati tubuh anda. Jika terlalu cepat, anda akan lelah. Jika terlalu lambat, malam akan segera tiba. Jaga kesehatanmu, dan egomu. Work on your own pace. Berhentilah untuk melihat keadaan sekitar. Berhentilah untuk merefresh dirimu. Lalu lanjutkan lagi dengan penuh semangat. Pahami bahwa semua akan indah pada waktunya.
7. Hormati jiwa anda. Dia sudah tau apa yang akan kita lakukan. Sekadar obsesi tidak akan membawa kemana-mana, malah merusak kebahagiaan. Enjoy today. Nikmati yang kamu miliki saat ini. Obsesi melelahkan pikiranmu. Berencanalah tapi ikhlaslah terhadap hasilnya.
8. Bersiaplah untuk berjalan lebih jauh. Terkadang perjalanan tidak semudah yang kita bayangkan. Tetapi juga tidak sesulit yang kita pikirkan. Bersiaplah untuk kemungkinan yang lebih buruk.
9. Bersukacitalah ketika sampai di puncak. Syukuri ketika sudah mencapai tujuanmu. Berbahagia dan berterima kasih lah kepada Tuhan.
10. Ikrarkan untuk menemukan gunung lain. Capailah tujuan baru. Bergeraklah dari zona nyamanmu.
11. Ceritakan kisah anda kepada orang lain untuk menginspirasinya. Ceritakan keindahan di puncak, juga rintangan-rintangan yang dihadapi dalam perjalanan. Bantulah mereka untuk mendaki gunung mereka sendiri.
Pedoman Mendaki Gunung. Not literally ya. Bisa saja berarti pedoman untuk menghadapi tantangan hidup.
1. Pilihlah gunung yang hendak didaki sendiri. Choose it by yourself. Tentukan tujuan yang ingin kamu capai. Soalnya cuma kamu yang tau apa keinginanmu dan bagaimana kemampuan dirimu.
2. Pelajari cara mencapai gunung tersebut. Coba semua rute yang memungkinkan untuk mencapainya. Gunakan berbagai cara dan resources yang ada. Tapi yang baik ya...
3. Belajarlah dari orang yang sudah pernah sampai ke puncak. Kamu bukan satu-satunya pendaki. Belajarlah dari orang yang sukses. Juga orang yang gagal.
4. Pahami bahwa bahaya-bahaya yang mungkin ditemui, setelah dilihat dari dekat, bisa dikendalikan. Jangan takut duluan. Apapun yang terjadi pasti bisa kamu lewati.
5. Landskapnya berubah-ubah, jadi manfaatkan sebaik-baiknya. Kehidupan berubah. Keadaan berubah. Manusia berubah. pandai-pandailah memahami keadaan dan mencari peluang.
6. Hormati tubuh anda. Jika terlalu cepat, anda akan lelah. Jika terlalu lambat, malam akan segera tiba. Jaga kesehatanmu, dan egomu. Work on your own pace. Berhentilah untuk melihat keadaan sekitar. Berhentilah untuk merefresh dirimu. Lalu lanjutkan lagi dengan penuh semangat. Pahami bahwa semua akan indah pada waktunya.
7. Hormati jiwa anda. Dia sudah tau apa yang akan kita lakukan. Sekadar obsesi tidak akan membawa kemana-mana, malah merusak kebahagiaan. Enjoy today. Nikmati yang kamu miliki saat ini. Obsesi melelahkan pikiranmu. Berencanalah tapi ikhlaslah terhadap hasilnya.
8. Bersiaplah untuk berjalan lebih jauh. Terkadang perjalanan tidak semudah yang kita bayangkan. Tetapi juga tidak sesulit yang kita pikirkan. Bersiaplah untuk kemungkinan yang lebih buruk.
9. Bersukacitalah ketika sampai di puncak. Syukuri ketika sudah mencapai tujuanmu. Berbahagia dan berterima kasih lah kepada Tuhan.
10. Ikrarkan untuk menemukan gunung lain. Capailah tujuan baru. Bergeraklah dari zona nyamanmu.
11. Ceritakan kisah anda kepada orang lain untuk menginspirasinya. Ceritakan keindahan di puncak, juga rintangan-rintangan yang dihadapi dalam perjalanan. Bantulah mereka untuk mendaki gunung mereka sendiri.
Kisah Sebatang Pensil
Ini aku ambil dari Buku Paulo Coelho yang judulnya Seperti Sungai yang Mengalir
Aku ingin menjadi seperti sebatang pensil
Tak pernah berjalan sendiri
Selalu ada tangan yang membimbing
Tangan Tuhan
Aku ingin menjadi seperti sebatang pensil
Ada kalanya harus diraut
Sakit sedikit
Tapi setelah itu menjadi tajam dan lebih baik
Aku ingin menjadi seperti sebatang pensil
Jika salah menulis mudah dihapus
Seperti kesalahan-kesalahan yang aku tidak keberatan untuk perbaiki
Aku ingin menjadi seperti sebatang pensil
Yang penting bukan kayunya, tapi grafitnya
Bukan penampilannya, tapi isi di dalamnya
Aku ingin menjadi seperti sebatang pensil
Selalu meninggalkan bekas
Tak pernah lupa apa yang pernah dilakukannya
Menginspirasi kan? Padahal cuma pensil doang. Karena itulah saya suka Paulo Coelho. Banyak sekali tulisan beliau yang menginspirasi
Aku ingin menjadi seperti sebatang pensil
Tak pernah berjalan sendiri
Selalu ada tangan yang membimbing
Tangan Tuhan
Aku ingin menjadi seperti sebatang pensil
Ada kalanya harus diraut
Sakit sedikit
Tapi setelah itu menjadi tajam dan lebih baik
Aku ingin menjadi seperti sebatang pensil
Jika salah menulis mudah dihapus
Seperti kesalahan-kesalahan yang aku tidak keberatan untuk perbaiki
Aku ingin menjadi seperti sebatang pensil
Yang penting bukan kayunya, tapi grafitnya
Bukan penampilannya, tapi isi di dalamnya
Aku ingin menjadi seperti sebatang pensil
Selalu meninggalkan bekas
Tak pernah lupa apa yang pernah dilakukannya
Menginspirasi kan? Padahal cuma pensil doang. Karena itulah saya suka Paulo Coelho. Banyak sekali tulisan beliau yang menginspirasi
Labels:
inspirasi kehidupan,
menginspirasi,
motivasi,
motivasi hidup,
paulo coelho,
pensil
Be the Change
Sudah lama sekali tidak pernah posting di sini. So from now on I'm gonna post things again lah di sini ya...
Well, maybe everyone has ever heard of this quote. If you cannot change something, be the change. Dan in relation to this, I did try to change to be a better person thus I read CHANGE ANYTHING.
Setelah membaca buku itu, tentu saja I learned couple of things. Here aku jelaskan the summary of the book berdasarkan pemahaman sayah.
Jadi buku itu membahas 6 sumber pengaruh yang dapat mengubah kebiasaan kita. Dalam hal ini yang ingin diubah tentu saja kebiasaan buruk. Those sources are...
1. Motivasi Diri
Hal pertama yang bisa mengubah manusia adalah motivasi dari dirinya sendiri. Perubahan terjadi jika ada niat dari pelaku. Eh.
Nah, dalam hal ini, diri kita bisa menyela hasrat kita dengan mengingat tujuan. Misalnya tujuan kita adalah menjadi lebih langsing, lebih sehat. Dengan adanya motivasi diri, kita jadi ingat tujuan kita ketika kita melihat ada kue misalnya. Nggak jadi makan deh.
Untuk menetapkan motivasi diri, terkadang harus dengan cara mencintai sesuatu yang kita benci.
Lihatlah masa depan secara detail. Pilihlah kata yang tepat untuk mengingatkan diri akan pentingnya tujuan. Jadikan permainan yang menyenangkan.
Well, tidak ada yang tidak menyenangkan dari membayangkan masa depan yang baik setelah kita mengubah diri menjadi orang yang lebih baik bukan? Bayangkan hal buruk yang mungkin terjadi di masa depan jika kita mempertahankan kebiasaan buruk itu.
2. Kemampuan Pribadi
Tentu saja motivasi diri tidak cukup. Mampukanlah dirimu untuk mempelajari "keterampilan" baru. Belajar itu penting dan akan terjadi jika ada usaha.
Untuk meningkatkan kemampuan diri, lakukan hal yang tidak biasa dilakukan. Pertama, pahami keterampilan yang dimiliki, kemudian berlatihlah menghadapi tantangan hingga yang sulit menjadi mudah, lalu naik level. Belajarlah dari latihan tersebut sebagai evaluasi untuk menjadi lebih baik lagi.
3. Motivasi Sosial
Adanya motivasi dari lingkungan juga penting. Oleh karena itu untuk menjadi lebih baik tentu saja kita perlu berada di tengah orang-orang yang baik, yang berpikiran positif, yang mendukung, sehingga kita juga menyerap energi positif mereka.
Agar mendapatkan motivasi sosial yang sesuai, kenali teman kita. Dekatlah dengan orang-orang yang mendukungmu untuk melakukan hal-hal yang positif.
4. Kemampuan Sosial
Kemampuan sosial di sini mencakup kemampuan untuk mencari bantuan, informasi, serta dukungan nyata agar kita mencapai keberhasilan dalam mengubah kebiasaan buruk tadi.
Bedakan antara tindakan yang normal, tindakan yang sering dilakukan, dan tindakan yang baik. Manfaatkan teman sebagai pelatih dan pendukungmu dalam mencapai tujuan. Bila perlu, carilah rekan senasib, yang memiliki tujuan yang sama sehingga kalian bisa saling mendukung dan saling mengingatkan. Yang lebih penting adalah, JAUHI ORANG-ORANG NEGATIF. They will force you to forget about your dreams.
5. Motivasi Struktural
Kalo yang ini, hal di luar diri sendiri yang memotivasi kita untuk keep on track. Misalnya reinforcement. Reward untuk diri sendiri ketika mengalami progress yang baik. Manfaatkanlah "insentif" tersebut (secara tidak berlebihan dan gunakan dengan kombinasi) dan ancaman kehilangan insentif jika tidak memenuhi kriteria tindakan baik yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan (manfaatkan sifat manusia yang takut terhadap hal buruk dan tidak mau rugi). Selain itu, bagilah tujuan besar menjadi tujuan-tujuan jangka pendek yang lebih nyata dan segera untuk dicapai.
6. Kemampuan Struktural
Kendalikanlah lingkungan dengan membuat petunjuk visual atau memanfaatkan teknologi sebagai "reminder" untuk mencapai tujuan. Buat batasan atas dasar keinginan pribadi. mendekatlah dengan hal-hal yang baik sehingga kebaikan akan mendekat dan hal buruk menjadi jauh dan sulit.
Contoh real penerapannya adalah membuat tabel yang berisi kebiasaan buruk kita, beserta dampak buruk jika kita tetap melakukannya dan dampak positif yang kita dapatkan jika kita berubah menjadi lebih baik. Dalam usahanya, perlu juga mencantumkan manuver, atau apa-apa yang perlu kita lakukan sebagai antisipasi tantangan untuk berubah.
Here it is. Contoh "orak-orek" yang saya buat bertahun-tahun yang lalu. Mungkin udah nggak relevan dengan keadaan sekarang ya. Pake sample aja.
Kebiasaan buruk: BOROS
Dampak Negatif:
Keuangan kacau
Miskin
Nggak punya apa-apa
Nggak bisa beli barang yang dibutuhkan
Gak bisa bayar SPP
Gak bisa kasi uang ke orang tua
Malu udah kerja masih minta ke orang tua
Malu jadi cewek nggak bisa ngatur keuangan, nanti kalo udah nikah gimana?
Nggak bisa bergaya. Tetep culun. Karena nggak punya uang buat beli baju baru, dll.
Gak bisa punya gadget impian
Masa depan suram karena nggak bisa investasi
Dampak Positif:
Membahagiakan diri sendiri dengan mampu membeli barang-barang yang dibutuhkan, bahkan yang diinginkan
Membahagiakan orang tua dengan mampu memberi lebih banyak ketika orang tua sudah tidak mampu lagi bekerja
Membahagiakan keluarga dengan memenuhi kebutuhan finansial keluarga
Membanggakan keluarga dengan kondisi finansial yang stabil dan memiliki investasi sehingga masa depan tidak perlu ditakuti lagi
Bisa lebih banyak membantu orang lain karena banyak uang bisa menyumbang ke panti asuhan, panti jompo, dan menolong orang yang tidak mampu
Manuver:
Membuat catatan belanjaan sehingga jelas aliran pendapatan dan pengeluaran
Mencari penghasilan tambahan karena kalaupun kebutuhan banyak tetapi pendapatan melimpah otomatis we can still handle it
Buat akun koperasi atau di bank tapi nggak pake ATM supaya bisa menabung dan tidak mudah withdraw karena ribet
Buat tabungan berjangka biar fokus dan tidak bisa ditarik sewaktu-waktu. Ketika sudah jatuh tempo ya dibelikan emas atau saham biar nggak kena inflasi
Nah, dengan bantuan draft itu, usaha mengubah kebiasaan buruk bisa dilakukan dengan perlahan. Jangan lupa beri petunjuk visual dengan poster atau post it di tempat-tempat yang sering dilihat. Tulisannya? Tentu saja yang mengingatkan tujuan, misalnya NABUNG, GO EMAS 10 GRAM DI 2016, dll... Dan yang paling penting beri reward yang masuk akal. Misalnya, kalo nggak shopping dalam sehari boleh nonton film. Nonton film itu kan reward.
SELAMAT MENCOBA DAN SEMOGA BERHASIL!
Well, maybe everyone has ever heard of this quote. If you cannot change something, be the change. Dan in relation to this, I did try to change to be a better person thus I read CHANGE ANYTHING.
Setelah membaca buku itu, tentu saja I learned couple of things. Here aku jelaskan the summary of the book berdasarkan pemahaman sayah.
Jadi buku itu membahas 6 sumber pengaruh yang dapat mengubah kebiasaan kita. Dalam hal ini yang ingin diubah tentu saja kebiasaan buruk. Those sources are...
1. Motivasi Diri
Hal pertama yang bisa mengubah manusia adalah motivasi dari dirinya sendiri. Perubahan terjadi jika ada niat dari pelaku. Eh.
Nah, dalam hal ini, diri kita bisa menyela hasrat kita dengan mengingat tujuan. Misalnya tujuan kita adalah menjadi lebih langsing, lebih sehat. Dengan adanya motivasi diri, kita jadi ingat tujuan kita ketika kita melihat ada kue misalnya. Nggak jadi makan deh.
Untuk menetapkan motivasi diri, terkadang harus dengan cara mencintai sesuatu yang kita benci.
Lihatlah masa depan secara detail. Pilihlah kata yang tepat untuk mengingatkan diri akan pentingnya tujuan. Jadikan permainan yang menyenangkan.
Well, tidak ada yang tidak menyenangkan dari membayangkan masa depan yang baik setelah kita mengubah diri menjadi orang yang lebih baik bukan? Bayangkan hal buruk yang mungkin terjadi di masa depan jika kita mempertahankan kebiasaan buruk itu.
2. Kemampuan Pribadi
Tentu saja motivasi diri tidak cukup. Mampukanlah dirimu untuk mempelajari "keterampilan" baru. Belajar itu penting dan akan terjadi jika ada usaha.
Untuk meningkatkan kemampuan diri, lakukan hal yang tidak biasa dilakukan. Pertama, pahami keterampilan yang dimiliki, kemudian berlatihlah menghadapi tantangan hingga yang sulit menjadi mudah, lalu naik level. Belajarlah dari latihan tersebut sebagai evaluasi untuk menjadi lebih baik lagi.
3. Motivasi Sosial
Adanya motivasi dari lingkungan juga penting. Oleh karena itu untuk menjadi lebih baik tentu saja kita perlu berada di tengah orang-orang yang baik, yang berpikiran positif, yang mendukung, sehingga kita juga menyerap energi positif mereka.
Agar mendapatkan motivasi sosial yang sesuai, kenali teman kita. Dekatlah dengan orang-orang yang mendukungmu untuk melakukan hal-hal yang positif.
4. Kemampuan Sosial
Kemampuan sosial di sini mencakup kemampuan untuk mencari bantuan, informasi, serta dukungan nyata agar kita mencapai keberhasilan dalam mengubah kebiasaan buruk tadi.
Bedakan antara tindakan yang normal, tindakan yang sering dilakukan, dan tindakan yang baik. Manfaatkan teman sebagai pelatih dan pendukungmu dalam mencapai tujuan. Bila perlu, carilah rekan senasib, yang memiliki tujuan yang sama sehingga kalian bisa saling mendukung dan saling mengingatkan. Yang lebih penting adalah, JAUHI ORANG-ORANG NEGATIF. They will force you to forget about your dreams.
5. Motivasi Struktural
Kalo yang ini, hal di luar diri sendiri yang memotivasi kita untuk keep on track. Misalnya reinforcement. Reward untuk diri sendiri ketika mengalami progress yang baik. Manfaatkanlah "insentif" tersebut (secara tidak berlebihan dan gunakan dengan kombinasi) dan ancaman kehilangan insentif jika tidak memenuhi kriteria tindakan baik yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan (manfaatkan sifat manusia yang takut terhadap hal buruk dan tidak mau rugi). Selain itu, bagilah tujuan besar menjadi tujuan-tujuan jangka pendek yang lebih nyata dan segera untuk dicapai.
6. Kemampuan Struktural
Kendalikanlah lingkungan dengan membuat petunjuk visual atau memanfaatkan teknologi sebagai "reminder" untuk mencapai tujuan. Buat batasan atas dasar keinginan pribadi. mendekatlah dengan hal-hal yang baik sehingga kebaikan akan mendekat dan hal buruk menjadi jauh dan sulit.
Contoh real penerapannya adalah membuat tabel yang berisi kebiasaan buruk kita, beserta dampak buruk jika kita tetap melakukannya dan dampak positif yang kita dapatkan jika kita berubah menjadi lebih baik. Dalam usahanya, perlu juga mencantumkan manuver, atau apa-apa yang perlu kita lakukan sebagai antisipasi tantangan untuk berubah.
Here it is. Contoh "orak-orek" yang saya buat bertahun-tahun yang lalu. Mungkin udah nggak relevan dengan keadaan sekarang ya. Pake sample aja.
Kebiasaan buruk: BOROS
Dampak Negatif:
Keuangan kacau
Miskin
Nggak punya apa-apa
Nggak bisa beli barang yang dibutuhkan
Gak bisa bayar SPP
Gak bisa kasi uang ke orang tua
Malu udah kerja masih minta ke orang tua
Malu jadi cewek nggak bisa ngatur keuangan, nanti kalo udah nikah gimana?
Nggak bisa bergaya. Tetep culun. Karena nggak punya uang buat beli baju baru, dll.
Gak bisa punya gadget impian
Masa depan suram karena nggak bisa investasi
Dampak Positif:
Membahagiakan diri sendiri dengan mampu membeli barang-barang yang dibutuhkan, bahkan yang diinginkan
Membahagiakan orang tua dengan mampu memberi lebih banyak ketika orang tua sudah tidak mampu lagi bekerja
Membahagiakan keluarga dengan memenuhi kebutuhan finansial keluarga
Membanggakan keluarga dengan kondisi finansial yang stabil dan memiliki investasi sehingga masa depan tidak perlu ditakuti lagi
Bisa lebih banyak membantu orang lain karena banyak uang bisa menyumbang ke panti asuhan, panti jompo, dan menolong orang yang tidak mampu
Manuver:
Membuat catatan belanjaan sehingga jelas aliran pendapatan dan pengeluaran
Mencari penghasilan tambahan karena kalaupun kebutuhan banyak tetapi pendapatan melimpah otomatis we can still handle it
Buat akun koperasi atau di bank tapi nggak pake ATM supaya bisa menabung dan tidak mudah withdraw karena ribet
Buat tabungan berjangka biar fokus dan tidak bisa ditarik sewaktu-waktu. Ketika sudah jatuh tempo ya dibelikan emas atau saham biar nggak kena inflasi
Nah, dengan bantuan draft itu, usaha mengubah kebiasaan buruk bisa dilakukan dengan perlahan. Jangan lupa beri petunjuk visual dengan poster atau post it di tempat-tempat yang sering dilihat. Tulisannya? Tentu saja yang mengingatkan tujuan, misalnya NABUNG, GO EMAS 10 GRAM DI 2016, dll... Dan yang paling penting beri reward yang masuk akal. Misalnya, kalo nggak shopping dalam sehari boleh nonton film. Nonton film itu kan reward.
SELAMAT MENCOBA DAN SEMOGA BERHASIL!
Subscribe to:
Posts (Atom)
