Monday, January 21, 2013

Ayam atau bebek



Sepasang pengantin baru sedang berjalan di sebuah hutan pada suatu malam yang indah. Mereka sedang menikmati kebersamaan ketika tiba-tiba terdengar suara, “Kuek! Kuek!”
“Dengar,” kata si istri “itu pasti suara ayam.”
“Bukan, bukan. Itu suara bebek.” Kata si suami.
“Enggak. Aku yakin itu ayam.” Si sitri bersikeras.
“Mustahil. Suara ayam itu kukuruyuk. Bebek itu kuek kuek. Itu bebek, sayang…” kata si suami dengan gejala awal kejengkelan.
“Kuek!Kuek!” terdengar suara itu lagi.
“Nah, tuh! Itu suara bebek.” Kata suami.
“Bukan sayang, itu ayam! Aku yakin betul.” Si istri mulai menghentakkan kaki.
“Dengar ya! Itu adalah bebek. B-E-B-E-K. bebek! Tau?!Dasar kamu ini.” suami mulai gusar.
“Tetapi itu ayam…” si istri mulai menangis.
Melihat air mata si istri, suami teringat kenapa ia menikahinya.wajahnya melembut, kemudian ia berkata mesra, “Maafkan aku sayang, kurasa kamu benar. Itu memang ayam.” J
“terima kasih sayang…” si istri menggenggam tangan suaminya.
“KUek!Kuek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi perjalanan cinta mereka.
Intinya, siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek?! Yang penting adalah keharmonisan mereka yang membuat mereka menikmati kebersamaan di malam yang indah itu. Berapa banyak sih hubungan hancur karena persoalan sepele? Semestinya yang kita ingat adalah prioritas kita ketimbang significance kebenaran ayam atau bebek itu sendiri. Seringkali kita merasa benar dan yakin dengan persepsi kita. Tapi,siapa tau itu ayam yang mengalami mutasi pita suara? :p
Saya suka sekali cerita ini. Indah. Tapi entah dimana menemukan laki-laki seperti itu. :p


If I were to die today



If I were to die today, I might wonder
There are way too many things I have not done.
If I were to die today, I might ask
Have what I did brought good for others?
If I were to die today, I might think
Of those I hurt in the past, have they forgiven me?
If I were to die today, I might
If I were to die today, I might want to know
What if I don’t die today

untitled



When you love someone, just love him. There’s no need to ask why, there’s no need to ask how. Just love him as much as you can.
It doesn’t matter if you cannot have him now. But if the faith says yes, one day, you’ll never know, that just happens. Whether you’re going to be with him or not, leave it to the God. Cause He knows what’s best for us. Whether he’s our one, or there will be someone else we suit better.
Just enjoy the feeling. Sometimes it might be hurt seeing him with someone else. But there’s nothing better than seeing him smiling, right?

Lemari



Sebuah lemari kecil duduk diam di pojok kamarku.
Lemari itu berwarna cokelat.
Rapuh dimakan usia.
Dulu ketika aku membelinya, lemari itu cantik sekali.
Kayunya masih licin, baru diplitur.
Mengkilap dan bau cat.
Sudah lama kugunakan, akhirnya dimakan rayap juga.
Akhirnya lemari itu kukosongkan.
Akhirnya lemari itu kutinggalkan.
Akhirnya lemari itu diam begitu saja.
Aku tak tega membuangnya.
Jadi lemari itu kubiarkan saja.
Di pojokan kamar.
Terkunci.
Mungkin kuncinya hilang.
Aku lupa.
Hanya saja, aku pikir lemari itu ingin dibuka.
Kuncinya pasti masih sama.
Dan aku yakin, lemari itu sedang bersama waktu.
Menunggu orang yang tepat untuk membukanya.
Anggrek 40B
April 13, 2012
21.10
HERMA

Renungan



29 maret 2012 jam 22.14
Kalo dipikir-pikir, kehidupan saya penuh dengan keberuntungan. Walaupun pada beberapa ranah, memang agak sulit dan berantakan, tapi saya bisa lihat bagaimana Tuhan benar-benar mencintai saya. Pada beberapa hal, saya memang mengalami masalah yang lebih kompleks daripada orang lain, namun di lain aspek, Tuhan memberikan begitu banyak kemudahan kepada saya.
Dari segi keuangan, saya tidak pernah hidup miskin. Memang keuangan keluarga masih tidak stabil sejak Bom Bali I, akan tetapi kami tidak pernah kelaparan dan masih bisa membeli barang-barang yang kami butuhkan. Hanya saja dari masalah keluarga memang kehidupan saya sangat pelik. Terlalu banyak konflik intern dan hasilnya saya tumbuh menjadi anak broken home yang kesepian. Tetapi lagi-lagi Tuhan begitu baik. Semua konflik tersebut sudah berkurang. Dan saya sangat bersyukur bisa hidup di tengah-tengah keluarga kami saat ini. J bahagia. Yang mungkin banyak keluarga lain tidak rasakan.
Dan kehidupanku sendiri benar-benar sempurna. Menurutku. Aku tidak pernah kesulitan dalam pelajaran. Aku selalu mendapat sekolah terbaik bahkan sebelum aku lulus. Dan sekarang aku mendapat pekerjaan bahkan sebelum aku menamatkan kuliahku. Sungguh Tuhan menyayangiku. Tuhan baik sekali padaku. Tapi maafkan aku Tuhan, karena aku sudah banyak membuat kesalahan. Doaku, agar aku bisa berpikir lebih jernih, berbicara dan bertindak lebih baik dari sebelumnya. Serta, aku bisa menemukan keteguhan iman yang bisa membantuku lebih dekat denganMu. Suatu hari nanti aku yakin, Kau akan menyentuh hatiku lebih dekat. J
 

Random Talk Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates