Sunday, November 10, 2013

Kehilangan Seorang Teman

Ini adalah sekian kalinya saya merasa kehilangan seorang teman. Dia tidak mati. Tidak. Hanya pergi dan tidak menjadi bagian hidup saya lagi. Rasanya sebagian diri saya hilang. Karena selama ini, dialah teman saya bermimpi. Dialah yang membuat mimpi saya terlihat begitu nyata, begitu dekat, dan sangat feasible untuk dicapai. Dan kami selalu berpikir, together we can change the world. :')
Namun yang terjadi tidak selalu sesuai dengan kehendak kita. Ada saat-saat dimana yang kita rencanakan malah buyar karena suatu dan lain hal. Simply karena Tuhan menginginkan hal lain untuk terjadi. Dan untuk itu, saya tidak bisa menghalanginya. Siapa saya? Saya tak memiliki kekuatan untuk mengganti cerita yang sudah terjadi.
Hanya saja, hati saya masih belum bisa menerima. Saya terus merindukannya. Merindukan sosok seseorang yang biasa saya ajak berbagi. Saya memang punya sahabat lain. Akan tetapi, betapapun dekatnya kami, ada hal yang saya tidak bagi dengan mereka karena mereka mengalami hal yang sama. Mengumpulkan dua orang dengan penderitaan yang sama tidak menghasilkan solusi. Kami tidak mau malah meratapi kesedihan kami berdua. Sahabat yang lain saya pikir terlalu labil untuk mengerti. Saya juga tidak mau memberatkan dirinya dengan beban yang seharusnya belum terpikirkan olehnya. Biarkan dia menikmatinya masa "remaja"nya selagi dia bisa. Sahabat yang lain mungkin terlalu jauh dan tidak punya waktu. Dan saya paham, sehingga saya hanya " bertemu" ketika dia sempat "berkunjung".
Sahabat "pertama" saya itu seharusnya masih bisa menjadi sahabat saya. Tapi konflik yang kami alami terlalu berat. Dan dengan keputusan yang saya ambil, tidak mungkin melewati jurang ketika jembatannya sudah putus. Kami, sama-sama tidak mau membangun jembatan yang lain. Karena sangat mungkin jembatan itu runtuh lagi.
Entah sampai kapan saya akan bersedih. Menatap kosong pecahan-pecahan mimpi yang dulu kami susun bersama-sama. Mungkin, dia adalah salah satu malaikat yang datang dan harus pergi lagi. Hanya singgah untuk menyadarkan saya bahwa saya bisa menyelamatkan diri saya sendiri. Baiklah, sekarang saya harus percaya bahwa saya bisa mengubah dunia, walaupun saya sendirian. :')

Wednesday, October 30, 2013

Mau menyesal seumur hidup?

Kesuksesan cuma datang pada orang yang ACTION duluan, bukan yang ngomong duluan, bukan yang mikir duluan. Makanya, jangan iri apalagi marah sama orang yang "ngerebut ide" kamu, bukan salah mereka, mereka deserve mendapatkan apa yang sudah mereka perjuangkan. Salah kamu telat. Salah kamu nggak berusaha. Kalo nggak berani ngambil resiko, sampai kapanpun hidup kamu isinya cuma penyesalan. Mau hidup kayak begitu?

Ada orang yang marah dengan KFC yang sekarang berdiri tegak di Singaraja. Dia berjanji pada dirinya untuk tidak menginjakkan kaki di sana. Alasannya? Karena membangun KFC di Singaraja adalah mimpinya. Yang tidak masuk adalah menyalahkan orang yang membangun KFC itu. Orang itu sudah berusaha. Tentu saja dia berhak mendapatkan apa yang dia mau. Sementara orang ini menunggu. Mana bisa? Banyak orang yang berdoa, minta dikabulkan impiannya oleh Tuhan. Tapi hanya yang membantu dirinyalah yang dibantu oleh Tuhan. Tapi, bukan berarti Tuhan lebih sayang pada orang lain. Dia hanya memberikan jalan yang lain padamu. Karena dari sekian keinginanmu, hanya beberapa yang benar-benar kau butuhkan. :)


Nah, karena masih muda, kesempatan masih banyak, berusahalah sebanyak-banyaknya juga. Jangan takut mengambil resiko karena kita nggak tau hasil sesuatu kalo kita nggak mencobanya. :) Jangan sampe kita menyesal karena tidak melakukan yang kita ingin lakukan. Lebih baik menertawakan kebodohan kita karena sudah melakukan sesuatu dan gagal, daripada menyesal karena tidak melakukan sesuatu. Padahal, sebenarnya ada kemungkinan kita berhasil. Kita hanya tidak mencoba. :)

Monday, October 28, 2013

Cerita Tuhan

Dan cerita ini Tuhanlah yang menulisnya. Jadi, walaupun kamu ingin berhenti, kalau Tuhan tidak menghendaki, cerita ini akan terus mengalir. :)
*Rab Ne baana di jodi

Friday, October 25, 2013

Membaca tarot, saya belajar membaca manusia



Mungkin hanya Tuhan yang tahu mengapa saya tertarik belajar membaca tarot, sebagaimana saya tertarik dengan kamu. *maap, salah pokus :p Tetapi, yang saya tahu, membaca tarot itu seru. Cocok sekali dengan karakter saya, tarot itu mengungkap kebenaran. Tak peduli seberapa rapat kita menyembunyikan sesuatu, tarot akan dengan jujur menunjukkannya. Oleh karena itu, jika tidak mau ditelanjangi, jangan sekali-sekali minta "dibaca" dengan tarot. 

Pertama kali saya mengenal tarot adalah ketika jaman PPL. semester tujuh. tahun 2011. Saat itu seorang teman dari jurusan matematika membawa kartunya dan "meramal" di sekolah. I found it really fascinating, jadi saya berburu kartunya, hingga akhirnya menemukan kartu murah yang sama, plus bukunya di Toko buku Gramedia Gatsu. Sejak itu saya mulai meramal untuk teman-teman di kos, kemudian di kelas, bahkan kelas lain.

Karena kesibukan dan situasi hati yang tidak menentu, saya berhenti. Memang benar, kalau sedang galau, bacaan saya terhadap orang lain akan kacau dan tidak sesuai kenyataan. :) 

Ketika kegalauan menghilang, saya lagi-lagi mulai membaca untuk teman-teman di tempat kerja saya. Tentu saja, most of the time, bacaan saya benar. Dan lagi, karena saya bosan, saya berhenti.

Hingga pada akhirnya penampahan Galungan kemarin, adik sepupu saya ingin tahu tentang tumpukan kartu yang ada di kotak peralatan saya. Mereka pikir itu adalah kartu remi, tapi gambarnya berbeda. jadi saya menjelaskannya, dan mulai membaca. mereka masih SD dan SMP, karena itu hasil bacaannya tidak jelas. Wkwkwkwk, akhirnya dicoba dengan kakakny yang sudah dewasa, dan hasilnya lumayan. ngaco. :p walaupun dia nggak ngaku, saya yakin hasilnya benar. dia sedang galau. :p

Lalu datanglah "pelanggan-pelanggan" lain. Dari kartu mereka, saya paham sifat-sifat manusia. Saya menangkap sisi gelap yang tidak mereka ungkapkan ke publik. Sebagai pembaca yang baik, saya hanya mengungkapkan kenyataan ketika hanya ada kami berdua. Nggak mungkin kan di depan orang banyak saya mengumumkan bahwa orang itu berselingkuh? Dari sana saya juga melihat bahwa yang kita lihat sehari-hari belum tentu kenyataan.
Ada seseorang yang sudah berpacaran selama lebih dari 6 tahun. Wanita ini sudah akan dilamar oleh pacarnya dan akan menikah tahun depan. Yang saya tahu, mereka pasangan yang bahagia. Nada bicara wanita ini selalu berubah sumringah setiap menerima telpon dari pacarnya, atau membicarakan pacarnya di depan kami semua. Akan tetapi, setelah saya bacakan kartunya, ternyata dia tidak sebahagia yang kami kira. Dia sebenernya tidak mau menikah. Membayangkan menghabiskan hidup bersama laki-laki itu membuatnya gila. Sepertinya sudah muak bahkan untuk bertemu. Lalu saya bertanya, "trus kenapa koe bertahan sekian tahun sama dia, mbok?"
Jawabannya menyesakkan. "Karena dia terlalu baik untuk disakiti. karena bapak sama ibuku suka banget sama dia. bahkan saking sukanya, dia selalu dibanding-bandingkan dengan suami kakakku." Yang saya harapkan bukan itu. Seharusnya, bukankah cinta yang membuatnya bertahan? Lalu ia bertanya pada saya, "Kalo kamu jadi aku gimana her?Putusin dia?"
"Kalo aku, iya aku putusin. tapi bukan sekarang. Dulu ketika rasa itu sudah mulai hilang. Aku nggak mungkin tahan sama laki-laki yang nggak aku cinta, mbok. Ketika semuanya nggak lagi sama, nggak ada gunanya buat melanjutkan hubungan."
Dan memang dia salah set. Dia terus berharap laki-laki itu berselingkuh sehingga bukan dia yang salah. Yang mana pada akhirnya tidak terjadi karena laki-laki itu memang lelaki yang baik. Tetapi mungkin tidak untuknya. :p Jadi sekarang dia terperangkap oleh labirin yang dibuatnya sendiri. Saya jadi ingat dengan pemikiran saya sebulan yang lalu. Jika sudah tidak ada harapan untuk melanjutkan hubungan, lepaskanlah. Karena tetap bertahan hanya akan menghalangi kesempatan kalian untuk menemukan orang yang tepat. Dan yang terjadi sekarang adalah akibat dari memaksakan diri. Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memberikan solusi. Tidak juga tarot itu. karena dia masih dibebani oleh pendapat orang lain tentang apa yang terjadi jika hubungan mereka berakhir. The point is, yang nikah dia apa orang tuanya sih? :p Jawabannya, cuma hatimu yang tau, mbok. :)
Kemudian dia berkata pada temannya yang lain "kalo kaya gini mendingan aku jomblo kayak kamu." Oh, tentu saja itu salah. setiap orang punya masalah. Mau punya pacar atau tidak, ada luka-luka tertentu di masing-masing hati. Jadi, jangan pernah menganggap lebih enak jadi orang lain. Belum tentu kamu bisa bertahan sekuat dia. :)
Saya juga hobby menggambar sket wajah lo. Kanggoin nggak begitu mirip aslinya. Masih belajar. :)
Choi Siwon Super Junior

Kim Soo Hyun

Choi Siwon

Gueh

Maunya sih Boy William

Saya Lagi

Me and my best friend


These are pictures I created for my students to see because I trained them for a drawing competition. Actually, mine are not good enough to be examples. :) Some others were made just to release stress.




Sunday, September 15, 2013

Curhat

15 September 2013

Tiba-tiba hanya ingin mengatakan sesuatu karena heran, mengapa manusia begitu mudah berubah. Aku mengenal seseorang. Orang itu lelaki yang baik. Dia sangat suka memberi. Akan tetapi, dia agak mudah marah. Memang pada dasarnya temperamental. Tapi sejak mengenalku, ia bilang ia berubah jadi lebih baik. Jadi lebih sabar. Aku senang mendengarnya. Namun, tiba-tiba saja sesuatu terjadi dan kami harus berpisah. Awalnya aku berpikir, jika kita terlalu klik, saling melengkapi satu sama lain, dan hampir tidak pernah bertengkar, bukankah itu berarti kami dilahirkan untuk bersama? Namun, lalu aku membaca tulisan Dee di Kumpulan Cerita Madre. Kurang lebih begini, "Kami berargumen. Kami bertengkar. Kami tidak cocok. Kami tidak saling mengerti satu sama lain. tetapi kami memilih untuk tetap bersama dan mencari teman lain.". Yang terjadi padaku malah sebaliknya. Awalnya aku tidak mengerti. Terlalu banyak pertanyaan yang sulit dijawab. Kemudian aku sampai pada kesimpulan bahwa meninggalkannya adalah kesimpulan yang tepat. Aku bukan tipe pemaksa seperti dirinya dan perempuan itu. Mungkin karena kesamaan itu juga aku anggap mereka pasangan yang sempurna. :p Dan pada akhirnya, aku mendapat kesimpulan, betapa laki-laki itu terlalu pengecut untuk menyampaikan perasaannya pada perempuan itu dan orang tuanya. Bahwa ia jatuh cinta pada gadis lain. Tetapi kemudian aku berpikir, aku ingat kata Mario Teguh. Sudah takdirnya wanita yang baik akan mendapat pria yang baik. Jika pada akhirnya wanita baik menghabiskan hidupnya dengan tidak baik bersama laki-laki tak baik, itu hanya karena kesalahan si wanita yang memaksakan jodoh itu terjadi. Kemudian aku juga ingat dengan cerita monyet. Dan aku percaya keputusanku tepat dengan melepaskan hal yang sangat aku inginkan, daripada membuat diriku terancam. Dengan ketidakpastian, keraguan, dan ketidakmampuan laki-laki itu untuk memutuskan sesuatu untuk dirinya sendiri. Awalnya aku kasihan padanya. Aku ingat ketika meramal tarot untuknya, ia mendapat kartu strength yang terbalik. Itu artinya dia lemah. Dan benar, dia tunduk pada wanita pengancam itu. Semoga pikiran mereka tercerahkan segera.Aku akan senang kalau laki-laki yang pernah aku cintai juga berbahagia :)

mencari pasangan hidup

source:lupa 
seorang guru meminta seorang siswany untuk pergi ke luar kelas,memetik bunga yang menurutnya paling indah dan kembali lagi.anak itu pergi lamaaaa sekali dan kembali dengan tangan hampa.ibu guru bertanya "kemana saja kamu Nak?mana bunga yang menurutmu paling indah?" 
anak itu berkata"maaf ibu,sulit sekali menemukanny.aku melihat sekuntum mawar putih di ujung koridor,tapi kemudian aku berpikir di halaman pasti ada yang lebih bagus.jadi aku ke halaman dan menemukan marygold.pikiran itu muncul lagi hingga aq pergi lagi dan akhirnya aku lelah.jadi aku kembali tanpa membawa apa-apa.aku bingung." 
jadi begitulah.saat mencari pasangan,itulah yang terjadi,kita selalu berpikir bahwa akan ada yang lebih baik.kenapa tidak kita syukuri yang kita punya sekarang?jika Tuhan berkehendak lain,toh Ia yang akan menjalankan ceritaNya.untuk apa membuat diri lelah mencari.lihat dan tunggu saja.jangan sampai penyesalan datang ketika jarum jam tidak bisa diputar kembali :)
November 29, 2011 at 1:15pm

Sepatu juga

tidak mudah mencari sepatu yg pas di kakiku. bukan hanya ukurannya,tampilannya juga harus diperhatikan. aq tidak suka sepatu mewah. buat apa? toh aq tidak melulu ke pesta orang-orang kaya. aq suka sepatu yang sederhana. tapi aq paling suka sepatuyang nyaman. warnanya?boleh apa saja. asal jangan yang kuning. aq tidak suka. 
high heels boleh,agar aku terlihat lebih tinggi.tapi nanti lututq sakit.kalau begitu wedges saja.ah tapi mereka bilang aq memakai ulekan sambel.baiklah,kalau begitu yg flat saja.tapi yg ada lubangnya ya,biar kakiku bisa sedikit bernafas. 
biasanya aq tidak mudah bosan.sekali aq menemukan sepatu yg cocok,sepatu itu terus yg aq pakai kemana2.mungkin karena aq terlanjur suka.biasanya aq sangat baik pada sepatuku.aq akan letakkan dia dtempat kering, terhindar dari hujan,dan kulap saat kena debu.tapi biasany sepatu itulah yg mengkhianatiq.mungkin ia bosan dengan bau kakiq,tiba2 saja pergelangan kaki belakangq terluka.atau telapak atasny tergores tepi sepatu.walau begitu,biasanya sepatu itu tetap kupakai.hanya saja,mungkin ia tidak tahan sehingga ia pun membuka mulut atau bagian lain dari tubuhnya hingga aq tak bisa memakainya lagi.baiklah,tak apa.aq letakkan kau di kotak ini dulu.nanti kalau aq sudah menemukan sepatu baru yg kualitasny lebih bagus,KAU AKAN KU BUANG!!!

sepatu

sepasang sepatu kecil duduk di etalase toko. 
sepatu itu tampak ceria,berwarna biru tua berbahan jins. 
di atasnya ada pita berwarna pink.manis sekali.sepatu itu nyaman dipakai walau tanpa kaos kaki. 
suatu hari,seorang anak perempuan membelinya.gadis itu punya kakak laki-laki yang suka bermain bola.laki-laki itu biasany mengenakan sepatu olahraga berwarna biru muda,dan sepasang kaos kaki berwarna putih. 
dengan si sepatu olahraga,si sepatu kecil sering bertanya. 
bagaimana rasanya lekat erat dengan kaos kaki setiap dipakai manusia? 
si sepatu olahraga menjawab. 
senang.hangat.dan kami bekerja sama.sepasang kaos kaki itu melindungi anak laki-laki itu dari cedera dr gesekan dg sepatu.tapi kaos kaki saja tak bisa dipakai berolah raga tanpa sepatu.mereka mesra.tidak bisa dipisahkan.mutlak saling memerlukan. 
si sepatu kecil iri.iri sekali.si sepatu olahraga tidak cantik.tapi ia punya teman.mengapa aku tidak? 
dilihatnya si kaos kaki.ia berwarna putih dengan garis2 hitam dan merah.panjang hingga mencapai lutut anak laki-laki.ia istimewa karena kualitasnya bagus. 
si sepatu kecil jatuh cinta padanya.pada kaos kaki yang tak mungkin akan bersanding denganny.mana ada anak perempuan mengenakan kaos kaki bola dengan sepatu flat yg manis.dengan sedih,si sepatu kecil menarik napas dan lengang menatap sepatu olahraga bersama si kaos kaki bola dari jauh.ya sudah tak apa.walaupun aq tak punya teman kaos kaki,aq dapat sepasang kaki mungil yang indah.katanya.menahan sesak di dadanya lalu menutup mata...

I love You

countless love 
countless bless 
countless wish you've granted for my sake 

I might not be as religious as other person 
I might not do my duty everyday 
But well I believe in You 

I know I could only propose 
while U'll be the one who dispose 
but still I can't stop ask 

and yet,thank you for flooding me with love 
I know you're always here with me 
Thank you,my Lord 
I love You 
:)


April 21, 2012 at 6:07am

Because we're human

I've just read a really interesting short story. I think that Paulo Coelho wrote it because I found it from his web. It's about a monkey. 
Yes, I said that I would say good bye to facebook for a while, but it's too bad if I don't share it to people. :)
So in India, when people want to catch a monkey, they will make a hole on a coconut, put a banana inside, and bury the rest part of the coconut. (at least that's what I remember :p) and by the time pass by, a monkey will take a closer look, try to reach the banana in the hole while its hand is to big. As a monkey, instead of letting go the banana, the monkey will fight over, wrestle over how that it can still get the banana even if it is impossible, and finally gets caught. And I do believe, because we're human, we're not monkey, we're way more cleverer than them, we were also given the power decide which one is best for us, we are not supposed to do the same.

"The need to have a particular thing - often something small and useless - ends up making us prisoners of that need."
So be free. be happy. :D

This is the last I made on pictures. :) Comment please...

Well... I always need your comment. :)

Please leave a comment :)

This is another poem. Please leave a comment. :)

Hi, there! So I have a bunch of poems I made for my last love who has lft me now. Please give comment. :)

Saturday, September 14, 2013

I read my notebook while suffering from insomnia and happened to read an interesting summary. I wrote it like in April this year. Thank you for the one who lent it to me. Having read the book, I feel like my mind was opened as wide as it could be. :p It reminds me of my true self, answers some questions in my mind, yet leads to another questions. :p Well, this might be a good goodbye note, since I decided to quit my bad addiction on facebook. Seriously, I need to get a life. -_- But I'll be back for sure. :) Just not as often as I used to. I realized too late that internet hurts my brain and hand. :p Well, here it is.
(I am going to separate the "lessons learned" in points, because that was the way I learned from the book. and sorry if it's waaaaaaaaay too long. :p )

1. When telling something to someone else, there are three things we should consider. First, whether or not, the news is right. Second, whether or not the news is good, and the last is whether or not it's meaningful to the listener (Socrates). Seeing my writing, I did try to "follow these rules" but I still think that I failed. LOL. Because sometimes, I might say something which is full of doubt to be proven. Sometimes I say things just to make myself feel better. And less care about other people's opinion and feeling just for the sake of honesty. That is the difficult part. I feel like the word "honesty" is directly carved in my veins and sometimes I just say something out of my control. -_-

2. Not to think that someone or something is annoying. Well, this is quite hard to do. Because I have a list, even if it's just probably less than five, of people I "hate" at the first sight and I just can't help it. Someday God will show me the way to erase my list so that it becomes a blank white paper. Amitabha. :p Well, the other way around, for those who think that I am annoying because I am too honest, rude, or noisy, or anything, herewith I deliver my deep and sincere apology. :) Please forgive me.

3. To know but not to do is not yet to know. I can't believe I still remember the pillars of Education I learned in the university. :p Learn to know, Learn to do, Learn to be, Learn to live together, and Learn to live sustainably. As what Bruce Lee said, knowing is not enough, we must apply. willing is not enough, we must do. To put it simply, if we know that smoking is bad for our health but we still smoke, it means that we do not learn. In short, we're stupid. In love, I am. or I was. whatever. forget about it. So, the other things are, when we learn something, we should be open minded. not ofen or oven, because out brain cannot bake cookies. :p By then we can absorb everything and be more objective. Moreover, we also have to lower ourselves than the source. never think that we are smarter or more intelligent or more experienced. it's just a matter of "malunan ken durinan" actually. :p

4. Be the change. We cannot ask someone to do things we don't do. So if you ask someone to be patient, while the other time you keep complaining on how other people cannot come on time, that's just a bullshit coming out of your mouth, baby. Maybe you're more familiar with "talk less do more", that's quite similar I think.

5. Make a positive program in your head. If you love yourself, don't get mad at people. It hurts your ownself. Especially if that other person doesn't even think that you are still angry. It's better to just forgive and forget. Forget is the best, and please just don't trust that person anymore. :p

6. People were born in different time, different place, different situation. There are men, women, or in betweens. :p Therefore, everyone is different. Just let them be. Let them think and do things their own way. They'll get their own carma anyway. So it's absolutely not our capacity to mess up with other people's business.*am I using the correct word? seriously? capacity? I think I might have been infected by vickinisasi virus -_-

7. Sort and filter the information coming to you. Well, for a person who is easily influenced by things I see and I heard, this is hard to do. So very often, things around me change my "beautiful" mindset and make me lose my track. Maybe I have to try to close my eyes and my ears. How to do it? Sleep more. :p

8. Listen more. For quite sometimes, I can see that myself is one of a good listener. I can be quiet listening to other people's story. But the more important think is actually "listen". Sit there and do not think to comment or anything. Let your brain just have a break for a while. :)

9. Live for the present. Too many times I find myself clinging on the past and worrying too much about the future meanwhile we're living like now. in the present. We don't even know if the very next day, even the next minute, we're just dead. God just wants to call us. Come here, sunshine. :p and that's it. So I prefer not regreting to do so to worrying what might happen next. :)

10. I "finally" remember my dreams and passions. Do things that make you still happy eventhough you're not paid enough. Or as Gordie Howe said,"if you don't love your job, quit and give chances for those who love it". Teaching. Debating. Drawing. I suddenly remember that Agung once asked me, "Are you paid for coaching,Her?" I said I don't know and she answered "Oh well, you're doing something you love, anyway." :) Find your passions because you will live with them for the rest of your lives. :)

11. Sometimes you need to stop asking question and just do it. Come on, life is now. God will give you the answer when you least expect it. And on that beautiful time, you will just realize how everything finally makes a perfect sense. just. like. that.

12. Life never demands you to be something. We are the one demanding ourselves because we have dreams. There are times that all we need to do is just sit for a while and enjoy life, for there are so many beautiful things happen, and we just don't see them because we're busy racing. However, there is another dark side in my mind reminding me that I don't live alone. Sometimes we are dragged by the "society's" expectation and might lose ourselves in the meantime. But at the end, you should decide which thing makes you happiest because it's you who live your life. choices man, can never be avoided. :p

13. Focus on the beauty of everything. No matter how bad the things that happen to you, there will always be a wisdom that follows. Lesson learned. :p Like when I failed to get a perfect GPA during my university time, I realize that number is not everything. It's not what's written on the certificate that matters, but what's on your head and heart. And most importantly, do the best thing you can do with your head. Share your knowledge. :) That's why I want to be a teacher. :p

14. There's nothing such a coincidence. Everything happens for a reason. Everything happens because God wants it to happen, but sometimes also because we want it. :) I then remember a saying in Rab Ne Bana Di Jodi, "the one who wrote this story was God, not you. So even if you want to end this story, it won't, unless God desires." :) woohooo, enough to give me goosebumps.

15. Your faith limits you. Everyone will agree, that our mind has power. Therefore, be careful with your thoughts. Be careful of what you believe in. Because what you think is true, might be true, but what you think is not true, might also be true. LOL. Confused? me too. :p It's up to you.

16. There's nothing such absolute right or wrong in this world. I have watched "I can Hear Your Voice", and I learned that truth can be flipped just by a matter of point of views. Like the old guys who "stole" thousands of free newspapers. This guy was prosecuted by the company for taking a big pile of "free newspaper". We might say that he's a criminal for taking those big number of newspaper even if they're actually free. See the number of the newspapers he took. But if we see from the other viewpoint, he did it for a living. Nobody still reads newspaper on train and leave it inside the train for this old guy to pick after they finish. They prefer reading news from their smartphone or tablets. So there was not used newspaper anymore. While he needs to eat. That's why then this guy took the "fresh" newspaper. So, what do you think then? Everyone has their own reasons to do things. You can blame them somehow, just don't hate them for their decision. :)

17. God is fair. Yes. That is the reason why nobody is perfect. Because God spreads those elements of "luck" to everyone. If then someone happens to completely be unlucky, that is another story. Please reread point number 14. :p

18. Focus on giving. It's better to give more than take more because the more we give, the more we will take. that's the way it works. What you plant will be what you grow and those will be the fruits that you will harvest one day. Let's plant many good deeds. :D

Well, that's all. Please leave a comment. :)

Tuesday, September 10, 2013

Jodoh itu apaan sih?

Nah, ini agak tumben saya ngepost curhatan beneran ya. Kebetulan saya lagi galau setelah sekian lama berhasil move on. -_- Kenapa sih percintaan yang menyedihkan masih menghinggapi. -_-
Tapi ya sudahlah, semuanya sudah berakhir. :) Saya hanya ingin mengatakan sesuatu yang saya ingat dari perkataan seorang teman yang kemudian saya simpulan dengan penalaran saya sendiri.
Jodoh itu apa sih sebenernya? There was time that I felt like I've met the one. Kayaknya dia jodoh saya. Tapi eh kemudian kami nggak bisa bersama. Kenapa saya berpikir dia jodoh saya? Karena kami terlewat klik. Kami terlalu completing each other. Rasanya everything was so damn perfect. Kami nggak pernah bertengkar karena diri kami sendiri. Kalo ada konflik, itu cuma karena kami ingin bersama, tapi kami terpisah 87 kilometer jauhnya.
Dari awal hubungan sih emang nggak sehat, karena saya sempat menjadi orang kedua. Siapa sih yang mau. Saya sudah berkali-kali mundur, tapi selalu nggak tegaan sama wajahnya yang tertekan setelah saya minta untuk mengakhiri semuanya. Saya juga tersiksa sih. Jadi kembali lagi kami mendekat satu sama lain. Saya pikir, ah tahan saja sebentar, toh saya akan pindah kota dan akan berpisah dengannya. setelah itu, tanpa saling melihat, semua bisa diakhiri dengan baik-baik saja.
Tapi ternyata yang terjadi berbeda, the day I moved, he cried. Jelas saya sedih sekali. Laki-laki seperti itu menangis karena nggak mau pisah sama saya. Dan even setelah saya jauh pun, tidak ada yang berubah. Sebulan sekali saya pergi ke sana hanya untuk bertemu dengannya beberapa jam. Tapi itulah bodohnya saya. Kenapa saya mau berkorban terus menerus? -_- Sepertinya saya terlalu buta ketika itu.
Hingga pada akhirnya, saya mendapat kabar bahwa ayahnya memintanya kembali pada mantannya. Maklum, mereka sudah pacaran selama lima tahun sampai akhirnya putus sekian bulan yang lalu. Dan ibu si cewek pun meneleponnya sambil menangis meminta mereka untuk memperbaiki hubungan. Yang paling membuat saya kecewa adalah dia tidak bisa menentukan pilihan. Saya seperti dirantai, lalu diletakkan di pinggir kapal laut yang berisi papan kayu seperti tempat loncat indah. Sedikit saja gerakan, saya akan tenggelam di lautan yang luas. Saya menunggu dia menyelamatkan saya. Tapi yang terjadi, kesabaran saya sudah habis dan akhirnya saya memilih untuk terjun kemudian berenang mencari daratan walaupun itu hampir tidak mungkin karena tangan saya terikat rantai, dan hanya dia yang memiliki kunci untuk membukanya.
Pada akhirnya, saya sampai pada kesimpulan, jodoh itu bukan pasangan yang tidak pernah bertengkar karena perbedaan pendapat. Tetapi, sebanyak apapun mereka bertengkar, mereka memilih untuk tetap bersama tanpa peduli dengan apapun yang orang selain mereka berdua katakan dan lakukan. Because love is the one that matters. :)

Galau tapi nggak pengen move on

Mungkin memang tidak ada yang namanya kebetulan. Mungkin memang seharusnya aku di sini. Sudah seharusnya aku begini. Merasakan ini. Begitu juga kau di sana. Jika aku bisa, yang ingin kulakukan hanya satu. Mengembalikan waktu. Hingga aku tak perlu terlalu jatuh. Karena aku berlalu sebelum sempat mengecap rasa itu. Tapi, seperti yang kukatakan sebelumnya, tidak ada yang namanya kebetulan. Pasti ada alasan dibalik terjadinya semua ini. 
Mungkin aku memang tak pernah belajar. Tapi perasaan dan emosi tidak semudah itu diatur. Bahkan kadang pikiranku juga berjalan sendiri. Seperti kendaraan tanpa kemudi, tanpa rem yang membuatnya berhenti. Aku sedih. Sedih sekali karena kita tak bisa bersama seperti sebelumnya. Aku rindu sekali punya teman sepertimu. Menemaniku menjaring mimpi untuk masa depanku. Masa depan kita. Tetapi kemudian, bukan hanya kita berdua yang ada di dunia ini. Kapal kita karam dan aku jatuh sebelum sekoci dipersiapkan. Aku terjun tapi parasutku bahkan belum dipasang. 
Itu waktu yang pendek. Hanya lima bulan dan sungguh sudah mengubah banyak sekali diriku. Hidupku. Dan juga isi kepalaku. Tapi yang lebih buruk adalah kehilangan arah angin sehingga layang-layangnya tidak mau terbang tinggi lagi. Layang-layang ini bukan hanya tidak tahu hendak terbang kemana, melainkan kehilangan semangatnya untuk terbang. Bahkan burung yang sayapnya patah masih lebih baik. Mereka tidak bisa terbang. Tapi setelah sayap itu sembuh, mereka akan merdeka kembali. Tapi tidak denganku. Aku tidak terbang bukan karena tidak bisa. Tapi tidak mau. Entah kapan keinginan itu akan muncul lagi. Hanya Tuhan yang tahu.

Monday, January 21, 2013

Ayam atau bebek



Sepasang pengantin baru sedang berjalan di sebuah hutan pada suatu malam yang indah. Mereka sedang menikmati kebersamaan ketika tiba-tiba terdengar suara, “Kuek! Kuek!”
“Dengar,” kata si istri “itu pasti suara ayam.”
“Bukan, bukan. Itu suara bebek.” Kata si suami.
“Enggak. Aku yakin itu ayam.” Si sitri bersikeras.
“Mustahil. Suara ayam itu kukuruyuk. Bebek itu kuek kuek. Itu bebek, sayang…” kata si suami dengan gejala awal kejengkelan.
“Kuek!Kuek!” terdengar suara itu lagi.
“Nah, tuh! Itu suara bebek.” Kata suami.
“Bukan sayang, itu ayam! Aku yakin betul.” Si istri mulai menghentakkan kaki.
“Dengar ya! Itu adalah bebek. B-E-B-E-K. bebek! Tau?!Dasar kamu ini.” suami mulai gusar.
“Tetapi itu ayam…” si istri mulai menangis.
Melihat air mata si istri, suami teringat kenapa ia menikahinya.wajahnya melembut, kemudian ia berkata mesra, “Maafkan aku sayang, kurasa kamu benar. Itu memang ayam.” J
“terima kasih sayang…” si istri menggenggam tangan suaminya.
“KUek!Kuek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi perjalanan cinta mereka.
Intinya, siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek?! Yang penting adalah keharmonisan mereka yang membuat mereka menikmati kebersamaan di malam yang indah itu. Berapa banyak sih hubungan hancur karena persoalan sepele? Semestinya yang kita ingat adalah prioritas kita ketimbang significance kebenaran ayam atau bebek itu sendiri. Seringkali kita merasa benar dan yakin dengan persepsi kita. Tapi,siapa tau itu ayam yang mengalami mutasi pita suara? :p
Saya suka sekali cerita ini. Indah. Tapi entah dimana menemukan laki-laki seperti itu. :p


If I were to die today



If I were to die today, I might wonder
There are way too many things I have not done.
If I were to die today, I might ask
Have what I did brought good for others?
If I were to die today, I might think
Of those I hurt in the past, have they forgiven me?
If I were to die today, I might
If I were to die today, I might want to know
What if I don’t die today
 

Random Talk Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates