Tuesday, September 10, 2013

Galau tapi nggak pengen move on

Mungkin memang tidak ada yang namanya kebetulan. Mungkin memang seharusnya aku di sini. Sudah seharusnya aku begini. Merasakan ini. Begitu juga kau di sana. Jika aku bisa, yang ingin kulakukan hanya satu. Mengembalikan waktu. Hingga aku tak perlu terlalu jatuh. Karena aku berlalu sebelum sempat mengecap rasa itu. Tapi, seperti yang kukatakan sebelumnya, tidak ada yang namanya kebetulan. Pasti ada alasan dibalik terjadinya semua ini. 
Mungkin aku memang tak pernah belajar. Tapi perasaan dan emosi tidak semudah itu diatur. Bahkan kadang pikiranku juga berjalan sendiri. Seperti kendaraan tanpa kemudi, tanpa rem yang membuatnya berhenti. Aku sedih. Sedih sekali karena kita tak bisa bersama seperti sebelumnya. Aku rindu sekali punya teman sepertimu. Menemaniku menjaring mimpi untuk masa depanku. Masa depan kita. Tetapi kemudian, bukan hanya kita berdua yang ada di dunia ini. Kapal kita karam dan aku jatuh sebelum sekoci dipersiapkan. Aku terjun tapi parasutku bahkan belum dipasang. 
Itu waktu yang pendek. Hanya lima bulan dan sungguh sudah mengubah banyak sekali diriku. Hidupku. Dan juga isi kepalaku. Tapi yang lebih buruk adalah kehilangan arah angin sehingga layang-layangnya tidak mau terbang tinggi lagi. Layang-layang ini bukan hanya tidak tahu hendak terbang kemana, melainkan kehilangan semangatnya untuk terbang. Bahkan burung yang sayapnya patah masih lebih baik. Mereka tidak bisa terbang. Tapi setelah sayap itu sembuh, mereka akan merdeka kembali. Tapi tidak denganku. Aku tidak terbang bukan karena tidak bisa. Tapi tidak mau. Entah kapan keinginan itu akan muncul lagi. Hanya Tuhan yang tahu.

0 comments:

Post a Comment

 

Random Talk Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates