Sebuah lemari kecil duduk diam di pojok kamarku.
Lemari itu berwarna cokelat.
Rapuh dimakan usia.
Dulu ketika aku membelinya, lemari itu cantik sekali.
Kayunya masih licin, baru diplitur.
Mengkilap dan bau cat.
Sudah lama kugunakan, akhirnya dimakan rayap juga.
Akhirnya lemari itu kukosongkan.
Akhirnya lemari itu kutinggalkan.
Akhirnya lemari itu diam begitu saja.
Aku tak tega membuangnya.
Jadi lemari itu kubiarkan saja.
Di pojokan kamar.
Terkunci.
Mungkin kuncinya hilang.
Aku lupa.
Hanya saja, aku pikir lemari itu ingin dibuka.
Kuncinya pasti masih sama.
Dan aku yakin, lemari itu sedang bersama waktu.
Menunggu orang yang tepat untuk membukanya.
Anggrek 40B
April 13, 2012
21.10
HERMA

0 comments:
Post a Comment